PERJALANAN MENCARI NASKAH KUNO ‘BAYAN ALIF’ LOMBOK UTARA
Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabbarokatuh….
Hello gays perkenalkan nama saya Sunarti umur saya 20 tahun saya berasal dari Bima dan sekarang saya sedang menumpuh pendididkan S1 di Universitas Mataram jurusan Bahasa dan Seni, program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sekarang saya sedang menduduki perkuliahan semester 5. Saya ingin bercerita tentang pengalaman saya beserta teman-teman yang bernama Mila Elfira, Sriska Handayati dan Saanu Mariansyah, kami mencari Naskah Kuno Di desa Sambik Bangkil Kecematan Gangga Kabupaten Lombok Utara, atau bisa disingkat (KLU) yang dimiliki oleh orang sasak peninggalan leluhur pada masa lampau dan tetap dijaga sampai sekarang.
Tepat pada hari selasa, 22 oktober 2019. Star jam 04:00 sore dari Mataram dan sampe didesa sambik bangkol Lombok utara jam 6:15 malam. Saya dan teman-teman saya menuju daerah tersebut, disepanjang perjalan kami menikmati keindahan disore hari yang sangat indah (sunset). Ditengah perjalan kami kejebak hujan, hujannya cukup lama dan pada akhirya kami melanjutkan perjalanan dengan memakai jas hujan. Perjalan kami cukup melelahkan oleh karena itu kami mampir beristrahat dan mengambil beberapa foto utuk menghilangkan sedikit lelah. Oh iya, salah satu dari teman saya ada yang ada berasal dari desa sambik bangkol yang bertujuan kita mencari naskah itu. Dan kami udah niatkan diri untuk menginap satu malam, dikediaman teman saya Sriska Handayani, karna memang kami menuju desa itu pada sore hari sepulang kuliah
Sesampai di rumah tempat kita siggah kami disambut oleh keluarga salah satu dari teman saya itu. Kami beristrahat bebera jam dan sambilan menuggu lampu menyala karna memang lampunya padam, beberapa menit kami samapi singkat cerita, salah satu dari teman saya ada yang ke rumah bapak Nursampatul Bayan sekaligus narasumber kami utuk menanyakan waktu untuk bias kita kerumahnya malam itu. Dan pada akhirnya kami kerumah beliau pada jam 9:05 dan Ahamdulillah kami disambut dengan ramah oleh bapak tersebut.
Setelah bebera kemudian beliaupun menunjukan naskah kunonya dan mencerikan isi dari beberapak naskah tersebut karna memang ada beberapa naskah kunonya salah satunya takepan Bayan Alif yang artinya kenyataan Allah yang satu (pegangan para wali).
Tempat kita menjadi saksi yang sebenarnya alam sabit alam yang tetap. Di mana tetapan firman Allah, mahluk Allah, dan penyebut Allah itu yang kita cari.didalam hati barulah dikatakan qolbu mukminin baiktullah hati manusia yang beriman itulah hamba Allah, penyaksian itulah yang diutamankan pada sholat atau sembahyang, pertama-tama didirikan dengan niat. Jangan sampe kita lalai dalam sholat karna sudah jelas wailulmusolli neraka wail itu bagi orang yang lalai dalam sembahyang. Sebelum dinyatakan bumi dan dinyatakan langit penyasian itu sudah lebih utama. Roh, apakah aku tuhan kamu apa jawaban roh kita dulu? wallahualam.
Bumi belum dijadikan langit belum dijadikan nurmummad belum dinyatakan penyaksian, tapi hidup kita sudah jelas, disitu namanya syahadat mahluk, sudah ada kesiapan Allah memberikan hambanya didalam ilmunya Allah, makanya dikatakan awaludin fhatullah dasar utamanya itu Allah setelah kita kenal baru kita ta’ati perintah dan menjalaninya. Allah itu satu dan harus dipersatukan sama hambanya barulah terisi dengan istilah syahadatusolih dangan syahadat mahluk makanya dikatakan diakulma syahadat yang harus kita pahami. Lahirnya, nyatanya syahadat sholik dan syahadat mahluk dinyatakan yang tidak ada bagi kita adalah lahaula walakuata illa billah tak punya daya tak dan punya kekuatan hanya Allah semata. Itulah isi pada kehidupan.


